January 12, 2018

keresahan merindu

Sebut saja aku penulis musiman, syndrom baru.
Tak lain tak bukan kini harus kuakui keinginan ku menulis sungguh amat jatuh terkubur, yopo? dah jatuh, terkubur pula.
Oh, bahkan menulis dalam catatan harian sekarang bagaikan catatan bulanan, seperti iuran RT lingkungan pemukiman. Itupun, terkadang menyenangkan karena seseorang yang bisa kuceritakan pembaharuannya.

Entahlah, belakangan ini aku cukup tersibukan dengan kegiatan perkuliahan, organisasi hingga hiruk pikuk kehidupan sosial. 
Meringis, mengingat dahulu aku sangat mendambakan kehidupan kampus, meringis mengingat terlalu lugunya pikiran kala itu ketika aku merasa segala sesuatunya lebih terbebaskan.Yah, namanya juga penyesalan..akan selalu berada pada ekor peristiwa. 
Aku merindu segala sesuatunya, aku merindu rasa aman dan kenyamanan yang mungkin tidak pernah aku syukuri bahkan sadari keadaannya. Malu rasanya mengingat setiap hal pada masalalu aku tergesakan tanpa menyadari hal hal itu akan aku rindukan kini dan nanti.
Dan kini aku merasa harus selalu makin mensyukuri apa yang terjadi pada setiap harinya.

Ketidaknyamanan yang aku rasakan dewasa ini mungkin disebabkan karena aku yang baru mengetahui sisi lain dunia, aku selama ini terjaga dalam lingkup dunia yang sekeji itu, setamak itu, sekotor itu. Aku sadar aku hidup pada akhir zaman, memang tiada yang dapat memprediksikan secara akurat kapan hari itu akan datang. Tapi ketakutan dalam diri ini yang membuat hati semakin meringis melihat dunia yang tidak pernah membaik, aku menjadi menangis dalam hati. Karena bahkan sebelum umurku berkepala 2 aku tidak dapat melakukan hal besar seperti yang mereka lakukan. 

Ketahuilah aku sedang menjadi manusia yang egois, tapi bukankah semua manusia itu egois? 

July 11, 2017

" I think Nowdays music is probably one of the easiest means to lose your moral sense. Music is audio pornography, today. Its explicit, Its shameless, its vulgar, It takes away humanity away from you,...."

- Nouman Ali Khan
i agreed.

June 22, 2016

February 27, 2016


"bukankah, hidup ini tak akan ada selamanya? Tak ada gunanya mencari perbedaan, tak ada salahnya saling menyayangi.
Ingatlah, tak ada arti dari kebahagiaan jika semua hanya dirasakakan oleh seseorang."

- https://soundcloud.com/angelo-mikha/satu-live-improvisation

January 02, 2016

Sehabis menunggu hujan

Daging. Kari. Ramen.
Lembap. Merah. Kenyang
Tawa. Kuning. Kaca
Manis. Cokelat. Januari

  - 2016, halaman pertama

December 29, 2015

LEGAL?!! [Story of my KTP]

HAI HAI HAI HAAAII
ulalala, sudah lama sekali ternyata ku tidak menjamah dunia ini. 
Maafkan daku ya, belakangan ini sebenernya sih gabut 2 juga (padahal gua kelas 3 SMA):(
ets ngomong ngomong 3 SMA, aku sudah berumur 17 tahun loh.

WAAAAW

hahaha, udah legal dong ya?
eh legal apa?
legal yang biskuit enak itu?
REGAL.
ok, galucu.

Sebetulnya gua berulang tahun yang ke 17 tahun itu akhir bulan Juni tahun 2015 ini.
And guess what? gua baru mengurus persyaratan pembuatan Kartu Tanda Penduduknya pas liburan semester 5 ini.

pheew. 

Mengapa? karena, waktu itu di lingkungan gue ada masa transisi dimana orang orang yang telah memiliki KTP diharuskan meremajakan atau menggantinya menjadi e-KTP.

Apasih e-KTP itu?
menurut situs Wikipedia, electronic-KTP (e-KTP) adalah KTP yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Yang diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011 lalu.

Terus pada saat itu gue semager magernya orang yang mungkin kea gamau bikin KTP untuk selamanya kali ya, ditambah gua disibukkan dengan berbagai kegiatan sekolah, yang sebenerya menyita waktu gua (tapi insyaAllah bermanfaat) meski gua sendiri waktu itu belum ada niatan bikin KTP sama sekali. Karena males ribetnya itu  

Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, gua liat temen - temen gua satu persatu sudah punya KTP sendiri, tergeraklah hati gua untuk bikin. EEEH ternyata ada berita, pengumumann sih lebih tepatnya. Kalau KTP sedang ada masalah dalam pencetakannya, walah makin mager dong gua. Akhirnya, yaudahlah..sekarang ini masih belum perlu - perlu sepertinya. 

Nah, kemarin tuh pas lagi gabut. lagi sepi sepinya gruop LINE kelas gua, eh ada salah satu temen gua mengirimkan foto dia beserta teman gua yang lainnya, mereka lagi nunggu di Kecamatan buat foto. Selama ini gua nyantai juga sebenernya karena ada dia (yang lebih muda dari gua seminggu) belom bikin KTP. EH, tiba tiba udah sampe kecamatan aja, gua sudah ketinggal jauh. 

Yasudah, langsung. Pada saat itu, gua pergi ke kediaman RT tempat tinggal gua membawa fotocopy Kartu Keluarga, di berikan lah surat pengantar (gua minta sih) yang ada tanda tangan beliau, di sampingnya juga ada tempat tanda tangan RW yang harus gua minta sebelum pergi ke kelurahan untuk permohonan surat pengantar pembuatan KTP baru.

Gua tau prosedur ini karena sebelumnya Ayah gua adalah Pak RT. Jadi udah ngerti lah harus gimana aja. Tapi karena hanya sebatas tau di daerah rukun saja, ternyata di kelurahan itu ditanyain nama gua udah sesuai sma akte dan lainnya ngga? Gua menjawab, sudah. Tapi dari pihak kelurahan pun menyarankan untuk melampirkan masing - masing selembar fotocopy ijazah dan akte kelahiran. Serta menempelkan pas photo 2x3. 

DONE! tinggal pergi ke kecamatan deh, belum sih gua karena ya santai aja lahhh.. hehehe

Mungkin segitu aja cerita gua tentang KTP. semoga bermanfaat bagi yang membaca (kalau ada)


Prosedur pembuatan e-KTP

(0.Pastikan sudah berulang tahun yang ke 17  ya, hhehe)
1. Meminta surat pengantar pembuatan KTP baru ke RT setempat dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga 
2. Meminta tanda tangan RW setempat* untuk selanjutnya surat pengantar di bawa ke Kelurahan
3. Meminta surat pengantar dari Kelurahan setempat*
4. Melampirkan masing - masing selembar fotocopy Kartu Keluarga, Ijazah, Akte Kelahiran dan pas photo 2x3 (untuk menghindari adanya kesalahan pengetikan nama di KTP)
5.Melakukan pemotretan foto di Kecamatan, mengisi data formulir tipe F1.01 (diisi selengkap2 lengkapnya ya, Golongan Darah juga penting diisi loh)
 yang dicantumkan itu berupa:
  • Nama
  • Tempat/Tgl Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat (RT/RW, Kel/Desa, Kecamatan)  
  • Gol.Darah
  • Agama
  • Status Pekerjaan 
  • Kewarganegaraan
  • Berlaku Hingga
  • Foto
  • Tanda Tangan
  • NIK

-- *setempat, maksudnya yang sesuai Kartu Keluarganya yeee
-- sejauh ini mending datengnya pagi, ya sekitar jam 8-9 lah. Biar ga antre panjang, dan setelah selesai (setau saya) nanti di kasih tanda bukti buat ditukarkan ke Kelurahan/KEcamatan untuk pengambilan KTP yang sudah jadi. TADDDAAAAAA!!
untuk lebih lengkapnya bisa di browsing sendiri yheeeeea;)

Contoh surat pengantar
Pengantar Kelurahan

Pengantar RT/RW
source: http://satulayanan.id/layanan/index/17/e-ktp/kemendagri
https://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_Tanda_Penduduk_elektronik

July 22, 2015

aku sudah memenuhi keinginanmu.
tapi mengapa kamu tetap saja hadir dalam setiap mimpi burukku.