July 10, 2015

saatnya

Beberapa hari lalu aku menghadiri sebuah acara, biasa..
Saat bulan puasa seperti ini akan ada banyak "buka bersama" yang serentak diadakan berdekatan. Teman lama, bercengkrama dan menceritakan kesibukan masing - masing.
Pada dasarnya, aku memang terlalu banyak bicara, sampai akhirnya aku menyadari topik pembicaraan pada saat itu.

Aku tertegun,
Kembali memikirkan sesuatu yang kupikir tidak akan ada habisnya jika aku membahasnya
Kemudian aku mengetahui sesuatu yang...
Yang selama ini menjadi momok pikiran yang selalu aku resahkan

Sakit medengarnya,
Perasaan kecewa yang berangsur menghilang seketika menguar kembali dan sepertinya kini akan meledak
Aku hanya bisa tersenyum heran mendengarkaan kenyataan yang baru saja aku dengar
Kemudian, aku kembali terlarut dalam pikiran..
Yang sudah seharusnya aku tinggalkan, mungkin sejak awal percakapan itu.

Berminggu - minggu sudah berlalu, harapan yang awalnya aku kira akan segera terwujud
Nyatanya tidak akan pernah terjadi
Seseorang yang diperjuangkan itu telah melihat titik dimana kami memang tidak seharusnya berjalan bersama
Entah karena ego atau mungkin memang untuk kebaikan kami
Kini aku sadar,

Tidak semua yang aku lihat baik baik saja.
Aku telah berusaha memberikan yang terbaik,
Tapi ternyata aku melupakan sebuah sisi dimana hal itu justru yang membuat semuanya hancur, hancur berkeping keping.
Nyatanya, aku tidak berani berbuat sesuatu.
Aku takut akan kenyataan bahwa semua ini menyakitkan
Aku tidak berani melangkah untuk berjuang lagi karena aku takut semuanya sia - sia.

"Kamu kalah sebelum berperang."
Tidak, memang aku akui itu. Aku memang sudah kalah.
Perasaan yang tidak perah di inginkanku sebelumnya, kalah.
Tapi, kali ini aku kalah karena berusaha untuk mengalah,
mengalah pada waktu,
mengalah pada jarak,
mengalah pada semua hal yang menyakitkan.
Sudah cukup untuk berjalan bersama, katanya.
Semua sudah berbeda, katanya
Kita tidak sama, katanya
Dan sudah seharusnya kita berjalan masing - masing.
Seingatku, dihari itu dia mengatakan begitu,

Tapi kini aku tahu, dia menyerah karena sesuatu hal yang tak pernah aku sadari sebelumnya.
Sedih memang tapi aku sadar mungkin ini yang terbaik untuknya, meski kupikir ini sedikit menyakitkan.
Tapi akan kucoba untuk memenuhi keinginannya.
Meskipun pilihan untuk merelakan sungguh sangat menyakitkan, apalagi dengan melupakan.
Dan akupun sadar, masih banyak yang harus aku hadapi di depan sana.

, 10 Juli 2015

June 19, 2015

Where Are Ü Now [Original]

Where are u now that i need ya?
(need u the most)
When u broke down i didnt leave ya
(I stay by your side)
So where are u now that i need you?
(need u the most) 

I gave u attention when nobody else was payin'
oh..
I gave u the shirt off my back what u sayin'
to keep u warm
I showed u the game everybody else was playin'
that's for sure
And I was on my knees when nobody else was prayin'
oh Lord

Where are u now that I need ya?
Where are u now that I need ya?
(need you the most)
When u broke down I didnt leave ya
(I stay by your side)
So, where are u now that I need ya?
(need u the most)

I gave you my heart when u said yours was broken
yes, I did. 
I gave u the key when the door wasnt open
just admit it
See i gave u faith turned your doubt into hoping
can't deny it

Now I'm all alone and my joys turned to moping 
Tell me, where are u now that I need ya?
Where are u now?
where are u now that I need ya
couldnt find u anywhere
When u broke down I didn't leave ya
I was by your side
So where are u now that I need ya?
Where are u now that I need ya?

(I need u the most)

--------------------------------------------------------------------------------------------

June 13, 2015

dear

Sudah lama sejak terakhir
Aku tidak begitu mengingat bagaimana hal itu bisa terjadi
Maksudku, ya..
Mempercayai seseorang, melebihi apapun itu
Meyakini diri sendiri bahwa memang dia yang dapat dipercaya
Meyakini diri sendiri bahwa, dirinya tidak akan mengecewakan
Dengan mudahnya, aku dapat mengatakan semua yang aku pikirkan
Aku telah mengatakan semua yang aku rasakan
Bahkan, aku mengatakan seluruh mimpi yang entah
Akan terjadi atau hanya sekedar bunga tidur
Namun, sesuatu terjadi
Kini tidak ada lagi alasan mengapa aku harus mengatakannya
Bukan, bukan karena tak ada lagi yang menghantui pikiranku dan membuat tidurku terjaga
Bukan, bukan karena tidak berani mengatakannya, berbagi dengannya
Bukan, bukan karena ketakutan yang aku rasakan atas mimpi mimpi itu
Tetapi, dirinya yang kini tiada untuk ku
Dirinya yang hadirdalam setiap mimpi burukku.

June 06, 2015

maybe, one day




" We met at the wrong time.
That is what I keep telling myself anway.




Maybe, one day
years from now.



We will meet in a coffee shop in a far away city
Somewhere, 
and we could give it another shot. "

May 29, 2015

on friday night

"if i could just die in your arms,i wouldnt mind"
The music started to running into my head, i cant help it. I'm just selfish. Just like the lyrics.

Lagu itu, suara itu.
Mengingatkan aku akan sesuatu, merasa pernah mengalaminya
Biasanya, ini dikatakan, deja'vu.
Pernahkan?

"Tell us the reason,"
Coba, katakan kepadaku.
tapi sebelumnya, cobalah untuk mengerti untuk dirimu sendiri
Setelah itu, katakan..

"I need you the most"
Katakan, dimana kamu!?
aku tidak dapat menemukan dirimu
ketika kau terjatuh, aku berada disisimu
jadi, dimana kamu ketika aku membutuhkan?

sekarang..lagu apa itu?


May 15, 2015

Satu, satu dua
sudah dua, tiga
Tiga.. kemudian empat
empat? oke.
apa? LIMA?!

cukup, aku pikir sudah cukup.
lelah? 
Iya,